TUGAS PKKMB PORTOFOLIO RESUME MATERI H-1

 



MATERI 1
Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D
Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-
Indonesia/ PSIK-Indonesia
Tema:
Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Pertama bagaimana cara kita menyatukan keragaman ini, karena menyatukan keragaman di dalam masyarakat majemuk lebih rumit di dalam masyarakat homogen. Maka oleh sebab itu kita harus berusaha mencari namanya titik temu. Jadi bukan memperluas titik-titik pisah tapi menemukan titik-titik temu. Pertama mengembangkan jaring-jaring silaturahmi, jaring-jaring kontak, jaring-jaring konektivitas.

Jadi pergaulan kita harus mulai diperluas bukannya sama agama saja, sesama bangsa saja, sama satu universitas saja tapi terus ya rentan rantai pergaulan kita itu diperluas, ya melintasi batas etnis, batas agama. Kenapa, karena manusia itu makhluk yang paradoks yang kedua di satu sisi sebagai makhluk sosial selalu ingin mengembangkan pergaulan tapi disisi lain ya manusia itu di dalam pergaulannya itu cenderung diarahkan kepada orang lain yang dianggap memiliki kesamaan itu setelan dasarnya jadi ada semacam insting.

Manusia itu cenderung mengembangkan prasangka atau anti asing xenofobic, tapi beruntung manusia juga satu-satunya primata yang milik Tuhan Anugerah yang lebar melampaui batas-batas identitas dimana caranya itu yang asing bukan harus kita jauhi, tapi yang beda yang liar yang asing itu justru harus kita kenali, karena dengan pengenalan itulah lama-lama prasangka itu seseorang yang sebelumnya kita sangka serem gitu ya, ternyata begitu kita kenali lebih baik ternyata menyenangkan makanya kita punya pepatah tak kenal maka tak cinta.



MATERI 2
Erisandy Yudhistira : Priority Bangking Manager Bank Mandiri 
Tema :
Penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa

Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat. Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya.

Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting? Karena Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa
Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:  Peran Perguruan Tinggi (Kampus): Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi, dll).
III. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa
Peningkatan Kesejahteraan Finansial: Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif. Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.
IV. Tantangan & Solusi
Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang, kesulitan menerapkan teori ke praktik.
Solusi: Pendekatan Menarik Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.

Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial.

Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan holistik mahasiswa—sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan—yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi masyarakat.


MATERI 3
Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D
Tema :
Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA

UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.

Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
 

2. Struktur Akademik
Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas bisa dilihat di website Unusa.
 
3. Sistem Pembelajaran
Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.
1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.
Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.
Kurikulum: Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).

Metode Pembelajaran: Kombinasi, Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi.
Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA).
Student-Centered Learning: Mendorong partisipasi aktif mahasiswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.

Penilaian Berdasarkan:
UTS (Ujian Tengah Semester)
UAS (Ujian Akhir Semester)
Tugas Individu/Kelompok
Kehadiran & Partisipasi
Praktikum/Projek
Indeks Prestasi (IP): Skala 0.00 - 4.00.


4. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Jalur Pendaftaran, Umumnya mencakup:
Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.
Jalur Ujian Mandiri (UM-UNUSA): Tes tertulis (biasanya TPA, Tes Potensi Akademik, dan Tes Bidang Studi) yang diselenggarakan UNUSA.
Jalur SPAN-PTKIN: Seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (diikuti beberapa PTKIN dan PTS Islam seperti UNUSA).
Jalur UM-PTKIN: Ujian masuk bersama PT Islam (serupa SPAN-PTKIN).
Jalur Hafidz/Hafidzah: Khusus untuk penghafal Al-Qur'an (biasanya ada kuota khusus).

Persyaratan Umum:
Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat.
Memenuhi nilai rata-rata yang ditentukan (tergantung jalur).
Surat keterangan sehat (khusus untuk prodi kesehatan).
Pas foto, ijazah/transkrip nilai (legalisir), dll.
 
5. Sistem Penjaminan Mutu
Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.

 6. Layanan Mahasiswa & Fasilitas
Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).
Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).
Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).
Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.
Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/kampus musholla, wifi area, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.
Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).

7. Biaya Pendidikan
Komponen Biaya, Umumnya terdiri dari:
SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan): Dibayar sekali di awal masuk (bisa dicicil).
SPP Tetap/SPP Variabel: Dibayar per semester (besarnya tergantung program studi dan jenjang).
Biaya Praktikum/Keterampilan: Khusus prodi tertentu (kedokteran, keperawatan, farmasi, dll).
Biaya Registrasi & Kegiatan Mahasiswa.
Kemudahan Pembayaran: Biasanya tersedia cicilan dan beasiswa (Beasiswa Prestasi, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Bidikmisi (KIP Kuliah), Beasiswa dari Yayasan/Lembaga, dll).

 8. Karakteristik Khas UNUSA
Penguatan Nilai Aswaja: Integrasi nilai Islam moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal dalam semua aspek akademik dan non-akademik.
Fokus pada Kesehatan: Memiliki fakultas/prodi kesehatan yang kuat (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi) dengan fasilitas pendukung.
Keterlibatan dalam Masyarakat: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat (KKN) yang berbasis pada nilai-nilai sosial-keagamaan.
Lingkungan Kampus Religius: Atmosfer Islami dengan kegiatan keagamaan rutin (pengajian, dll) yang terbuka dan inklusif.

Kesimpulan
Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA mengikuti kerangka standar nasional Indonesia (SKS, SN-DIKTI, KKNI, BAN-PT) namun memiliki keunikan dalam integrasi nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an ke dalam kurikulum, lingkungan kampus, dan pengembangan karakter mahasiswa. UNUSA menawarkan berbagai program studi, dengan keunggulan khusus di bidang kesehatan dan keagamaan, didukung oleh fasilitas yang memadai dan komitmen terhadap penjaminan mutu. Sistem penerimaan mahasiswa beragam dengan kemudahan biaya melalui beasiswa.



Saya Diana Fatikasari prodi D-III Keperawatan dengan No.NIM 1150024009 Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Jangan lupa mampir dan baca website teman saya Juwi Mustika Sari

Sekian, Terima Kasih.

Postingan populer dari blog ini

iConASET 2025 di Unusa, Ajang Pertukaran Gagasan Ilmiah Global

PKKMB PRODI D-III KEPERAWATAN

TUGAS PKKMB PORTOFOLIO RESUME MATERI H-2